Selasa, 11/06/2013 01:58 WIB

SMKN 5 Padang Pemuncak Nilai UN Di Sumbar

pemuncak

pemuncak

PADANG - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Padang menjadi pemuncak perolehan nilai rata - rata Ujian Nasional 2013 dari 87 SMK negeri yang ada di Sumatera Barat. Merupakan suatu prestasi pertama yang membuat surprise Risman Jondedwi, Kepala SMK tersebut.

"Ini baru pertama SMKN  mendapatkan nilai UN tertinggi di Sumatera Barat. Saya sangat surprise, bahkan sempat tak percaya ketika diberi selamat oleh beberapa teman," kata Risman kepada padangmedia.com pada sebuah kesempatan di Jalan A.Yani, Selasa (11/6).
Diakui Risman, ia akhirnya percaya setelah ia mendapatkan ucapan selamat melalui pesan singkat dari kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Indang Dewata. Kemudian, pesan itu ia teruskan kepada Wakil Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim yang dibalas Wamen dengan ucapan selamat pula.

Sebetulnya, tutur Risman, persiapan - persiapan menghadapi UN 2013 di SMK 5 tidak dilakukan secara khusus karena telah ia telah menerapkan metode 'saling isi' sejak menjadi Kepala Sekolah di SMK tersebut.
Metode yang ia sebut saling isi tersebut yaitu menjalin kebersamaan antar guru bidang studi yang sama dan membentuk kelompok ahli di kalangan siswa serta supervisi terhadap hasil penerapan  suatu bidang studi.

"Jadi, kita tidak selalu ada penekanan terhadap guru - guru karena dengan adanya kelompok guru bidang studi yang saling isi, maka dengan sendirinya guru - guru tersebut memilki tanggung jawab terhadap internal dalam kelompoknya," ulas Risman.
Begitu juga di kalangan siswa, penanaman kepercayaan diri terus menerus dilakukan dengan berbagai evaluasi. Mereka juga dibentuk dalam kelompok ahli, yaitu salah satu siswa memilki keahlian maka akan memberikan bimbingan terhadap yang lain.
"Di samping itu, kita mengevaluasi siswa yang berkemampuan lebih dan yang kurang, sehingga diterapkan pengayaan dan pembinaan. Tidak dengan melakukan bimbingan belajar di luar jam belajar, namun menambahkan jam pelajaran dalam jam wajib guru sehingga ini lebih efektif," katanya.

Menurutnya, bila dengan try out atau bimbingan di luar jam belajar wajib, maka itu cenderung dilaksanakan ogah - ogahan oleh guru dan siswa itu sendiri.
Tapi, semuanya, menurut Risman, tidak terlepas dari bimbingan Dinas Pendidikan dan Perhatian dari Pemerintah Kota Padang sendiri terhadap peningkatan mutu pendidikan sehingga kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan prestasi.

"Syukurnya, kami di SMKN 5 telah menjalankan metode yang dapat menjawab tantangan pendidikan di kejuruan sekaligus berdampak terhadap meningkatnya nilai UN sejak dua tahun terakhir. Baru sekarang kami merasakan kalau guru dan siswa kami menjalankan metode yang diterapkan dengan baik ," ujar Risman. Sumber : Padangmedia.com

BACA JUGA